Tampilkan postingan dengan label Lampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lampung. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 Agustus 2014

Lampung : Taman Kupu-Kupu Gita Persada

Aku sering berkunjung ke Bandar Lampung tetapi belum pernah mengksplor selain pantai-pantai di sana. Ketika aku membaca tentang taman ini, aku langsung memasukkannya dalam daftar kunjungan kami ketika pulang kampung. Lokasinya ternyata tak jauh dari rumah orang tuaku, sekitar 10 km kira-kira setengah jam perjalanan lamanya.




Susah-susah gampang mencari lokasi TKGP, kuncinya SMA Negeri 7 Bandar Lampung dan SLB Kemiling. Bila telah sampai di sini, artinya arahnya sudah benar dan bertanyalah kembali hihihi, yang pasti sudah dekat dengan lokasi. Taman Kupu-Kupu Gita Persada berada di kaki Gunung Betung, Kemiling, Bandar Lampung ini memiliki luasa hampir 10 ha. dibangun tahun 1997 untuk mencegah punahnya jenis kupu-kupu di Sumatera karena penggundulan hutan. Anshori Djausal dan Herawati Soekardi yang mendirikan taman ini. Biasanya Ibu Hera ada di tempat sayangnya kami tidak sempat bertemu.

Proses metamorfosis kupu-kupu bisa dilihat di sini karena semua fase ada contohnya mulai telur, ulat kepompong dan kupu-kupu. Seumur hidup aku baru kali itu melihat telur kupu-kupu yang ternyata kecil sekali. Ulat yang akan berubah nantinya menjadi kepompong pun beda-beda bentuk dan tanaman yang dihinggapinya sesuai dengan jenisnya. Ulat-ulat itu pun sangar-sangar bentuknya, besar, ada yang hitam dan abu-abu, berduri, dan ada yang berbulu seperti ulat bulu, ada yang gatal dan tidak. Penjaganya menawarkan untuk memegangnya, "nggak papa pegang saja, nggak gatal kok", awwww tidak melihat saja aku sudah geli. Aku jadi penasaran ingin melihat telur kupu-kupu menetas dan berubah menjadi ulat seperti apa. Bagaimana bisa telur sekecil itu bisa menjadi ulat yang besar dan sangar nian.





Taman Kupu-kupu Gita Persada lengkap sebagai tempat wisata dan pendidikan. Dengan hampir 200 jenis kupu-kupu disana, aku bisa menikmati hal yang dekat tapi jarang diamati. Dengan tiket Rp 10 ribu pengunjung menyaksikan cantiknya dan mengenal tentang Kupu-kupu. Taman ini mencegah punahnya kupu-kupu dengan harapan makin memperkaya keanekaragaman hayati dan kelestarian alam tetap terjaga. 

Sabtu, 26 Juli 2014

Lampung : Pantai Pasir Putih

Aku menghabiskan separuh masa kecilku di kota ini, Bandar Lampung. Dan Pantai Pasir Putih seperti bagian dari memori masa kecil yang kuingat. Dulu orang tuaku sering mengajak ke sini. 
Pagi itu, setelah selesai sahur ternyata anak-anak ikut bangun. Tumben, biasanya mereka tak pernah terganggu tidurnya. Akhirnya, Didi mengajak kami melihat pantai dengan berbekal google map dan bertanya. Ternyata tidak terlalu susah mencarinya, hanya 19km dari rumah Mama. Jarak yang ditempuh Didi ke kantor 25km dengan macet, sedangkan ini lancaaarrr hanya setengah jaman sampai.
Sepertinya pantai ini ga seperti dulu, ga bisa main pasir, agak kotor. Sayang. Tapi pemandangan yang ditawarkan bikin ga sia-sia ke sini. Pantai yang dikelilingi bukit-bukit, dan udara yang segar. Semoga pantai ini bisa dikelola dengan lebih baik lagi..



Lampung : Hiburan Rakyat di PKOR

Di dekat rumah Mama, ada lapangan yang biasanya jadi tempat hiburan untuk warga setempat, terutanma untuk anak-anak muda. Tempat hiburan yang murah meriah dengan banyak permainan untuk anak-anak. Ternyata kalo malam ramaiiii banget. Anginnya juga kencang jadi untuk yang ingin ke sini jangan lupa pakaikan anak-anak jaket. Suara kembang api ga berhenti-henti. Jadi bukan hanya tahun baru aja, setiap hari kayaknya ada aja yang mainin. 
Lapangan ini mirip dengan alun alun di Jogja yang terdapat juga banyak permainan dengan lampu-lampu. Lagu anak-anak pun terdengar di mana-mana. Seruuuu, siap-siap deh anak-anak minta main ini itu. Hihihihihi



Wisata Kuliner Lampung : Bakso Sony

Kalau ke Lampung harus cobain bakso ini. Menurut lidahku termasuk bakso yang enak apalagi kalau lagi laper passss banget (yaiyalah kalo laper semua juga disikat :p). Cabang Bakso Sony banyak dan gampang dijumpai di sekitar Bandar Lampung. Seporsi dibandrol dengan harga 15ribu, semangkok porsinya pas ga terlalu banyak atau sedikit. Pelanggan datang dan pergi, warungnya ga pernah sepi. Wow..aku sampe heran kok bisa ya, jadi pegawainya ga pernah nganggur deh hihi. Bandar lampung adalah kota transmigran jadi makanan khasnya susah dijumpai. Masakan Padang, Palembang, Jawa mudah dijumpai. Menurutku Bakso Sony seperti ikon kuliner do Bandar Lampung,  bisa dijadikan makanan yang harus dicoba kalau berkunjung ke sini.