Minggu, 15 Juli 2012

Pendidikan Dini untuk Batita..Yes or no?

Besok hari pertama Kay masuk playgroup. Sewaktu membuat bekal untuk esok, teringat ekspresi-ekspresi orang yang mengetahui Kay  masuk sekolah. Bahkan saat Kay masih dibawah setahun, saya sudah mengajak Kay bergabung dalam baby school. Hanya tertawa saja melihat komentar dan ekspresi mereka. Mereka pikir saya ingin Kay pintar membaca dan menghitung hahaha...hellooo mau kasih tau apa yang dia mau aja belum benar-benar jelas. Pliss deh!Mendidik dan mengasuh anak itu kembali pada orang tua masing-masing. Jadi kalo ada yang berkomentar tapi tidak tahu apa-apa itu saya agak gemes.

Pendidikan dini, menurut saya bukan sekolah intinya. Sekolah disini maksudnya belajar angka dan huruf lebih cepat dari usianya. Bukan. Tetapi tentang stimulasi anak. Inilah yang menjadi pertimbangan yang saya dan Daddy pikirkan dan akhirnya kami memutuskan mengiyakan Kay masuk playgroup. Salah satunya, Kay sehari-hari hanya berdua dengan saya. Kami pikir Kay sudah perlu bertemu lingkungan baru, dan pengalaman bergaul dengan teman sebayanya serta mendapatkan stimulus terhadap perkembangannya dengan tepat sesuai dengan usianya.Memang lima tahun pertama otak anak berkembang pesat. Jika tidak distimulasi dengan tepat maka akan sangat sayang. 

Saya pernah ragu, benar tidak ya keputusan ini. Apa tidak saya stimulus sendiri di rumah saja? Daddy memberikan pendapatnya begini. Dalam sehari bisa tidak saya fokus menstimulus Kay tanpa ada gangguan apapun, sedangkan saya ibu rumah tangga tanpa asisten. Misalkan jawaban saya sanggup. Nah apakah stimulus yang Bun lakukan sesuai dengan Kay. Bagaimana kalau ternyata di playgroup punya cara lebih efektif?
Apa Kay tidak punya teman sebaya di lingkungan rumah?tidak. Kalau ada, mungkin beda setahun dibawah atau diatas. Dan sulit mereka berteman, karena yang setahun diatas biasanya sudah lancar bicara. Mereka kurang suka bermain dengan anak yg lebih kecil. Sedangkan setahun dibawah, ada yang belum bisa berjalan dan belum bisa bermain dengan anak seusia Kay. 
Masalah finansial pun juga menjadi pertimbangan. Sekolah bukan hanya PG atau TK saja , masih panjang jenjangnya bukan? Ini penting banget, jangan sampai PG-TK bayar sekolah mahal-mahal tapi SD dan seterusnya kebingungan sekolah dimana.

Makanya perlu banget survey sekolah dan memilih sekolah ga gampang ternyata. Pertama jadi pertimbangan adalah jarak. Di sini dimana-mana jauh ga ada yang deket :(. Jadi maksimal 45 menit perjalanan menuju sekolah. Kedua sekolahnya aman, nyaman dan bikin Kay merasa happy. Ketiga guru-gurunya sabar, penyayang dan bisa diajak diskusi tentang cara mendidik anak. Keempat teman-temannya sebaya dan jarak usianya tidak terlampau jauh. Kelima memiliki fasilitas dan permainan yang banyak. Dan yang paling penting diantara yang penting Kay happy dengan sekolahnya. Pas survey, kay main-main sampai-sampai tidak  mau diajak pulang. Kunjungan kedua ketika trial, Kay bisa langsung membaur di kelas. Kunjungan ketiga waktu daftar, sangking nyamannya dia berada di lingkugan yang termasuk baru buat dia, Kay nyanyi-nyanyi di kantor gurunya (padahal termasuk ramai waktu itu).

hiks..akhirnya tahap ini datang juga, Kay pergi kesekolah. Daddy bahkan sampai tidak mau melewatkan momen mengantar Kay pada hari pertama esok.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar