Minggu, 23 Desember 2012

My Today's Outfit






Our Weekend : Berenang...berenang

Di depan komplek perumahan kami ada public pool,Sawangan Golf, yang mana menjadi salah satu alasan saya memilih rumah disana. Eh tapi setelah 3 tahun tinggal di wilayah itu hanya sekali saja menikmati fasilitas itu. Ternyata baru kerasa serunya sekarang ketika Kay sudah toddler dan sering nagih mau renang. Selain deket, murah meriah (tiket Rp 17.000 untuk yang mau nyoba), tempatnya cukup enak, luas, dan cukup bersih. 
Weekend tanpa ke Mall (untuk tujuan jalan2 atau window shopping) sudah jadi bagian dari keluarga kami, paling sebulan cuma sekali. Lumayan enteng di kantong masukin ke pos liburan lokal aja.. yipiiiieee.....




Selamat Hari Ibu

Ini tulisan Ayah saya yang saya ambil dari Facebooknya:



HARI IBU TANGGAL DUA-DUA,
Tidak usah sedih sampai berlinang air mata,
Meski di Hari Ibu tak bisa memberi apa-apa,
Bunda tak mengharap walau emas permata,
Yang Bunda inginkan melihat wajahmu ceria,
Karena itulah bahagia bunda yang tiada tara,

Sang Bunda mengharap anaknya kaya harta,
Bukan karena dia ingin meminta balasan jasa,
Tak lain itu karena tak rela anaknya sengsara,
Karena sengsara anaknya juga kesengsaranya,
Kebahagian si anak juga kebahagiaan baginya.

Seorang ANAK yang merasa sudah kaya raya,
Suatu ketika dia pergi menjenguk sang bunda,
Bukan karena ingin melepas rindu kepadanya,
Melainkan ingin merinci berapa banyak biaya,
Biaya sang bunda merawat dia hingga dewasa,
Dengan maksud ingin membayar berlipat ganda.

Sang BUNDA berkata isi dunia tidak akan setara,
Apalagi kalau cuma sebagian dari harta anaknya.

Lalu dengan apa dia membayarnya anak bertanya,
AIR SUSU, sampai ongkos sekolah hingga sarjana,
SUSAH PAYAH yang bunda derita gratis semuanya.

Kalaupun ingin membayarnya cukup rasa bahagia,
Binar mata bahagia sang anak dalam kehidupanya,
Dengan itu jasa sang bunda sudah terbayar semua.


Hari-hari kehidupan sang Bunda

Ketika anak bayi masih belum bisa berbuat apa-apa
Air Susu Ibu yang diminum jadi penghangat raga,
Usapan tangan serta cumbuan jadi penenang jiwa,
Senandung saat menina-bobokan jadi penyejuk rasa,
Rasa bahagia yang Bunda rasa tidak ada bandingnya.

Saat si anak sekarang sudah memasuk usia sekolah,
Payah sang Bunda bertambah anak mulai bertingkah,
Nasehat sang Bunda mulai si anak suka membantah.
Rasa bahagia tetap dirasa dengan sabar dan tabah.

Saat anak sudah remaja sang Bunda mulai terlupa,
Hanya engkau yang kucinta berkata pada pacarnya,
Namun tak merubah rasa kasih sayang sang Bunda,

Saat Anak dewasa apalagi sudah berumah tangga,
Seolah masa pemisah antara anak dan sang Bunda,
Dimana sang Bunda yang kini tua renta seolah tiada.

Saat sang Bunda kini menunggu menggenapi usianya,
Kasih sang Bunda tetap tercurah seiring ucapan doa,
Semoga sang ananda hidupnya senantiasa bahagia.


Selamat Hari Ibu

Sabtu, 15 Desember 2012

My Pregnancy Diary: 12 weeks

My Pregnancy Diary : 9 weeks

Hamil kedua ini agak berbeda dengan hamil Kay. Mungkin memang benar ya tiap kehamilan itu punya pengalaman yang berbeda. Kali ini saya jarang menyentuh makanan. Entah itu selera makan yang biasanya melayang kemana. Tapiiii seneng melihat orang lain makan, bisa ikutan kenyang rasanya. Paling sesuap dua suap perut rasanya kenyang dan uda mual saja ingin muntah. Alhasil berat badan turun drastis sampai 7 kilo. Pipi jadi tirus, tulang selangka terlihat, persis seperti orang yang kurang sehat. Maunya tidur-rebahan-duduk dan ga jauh-jauh dari kasur. Jadi agak kasihan dengan Kay kadang ia mengajak main sering saya tolak. Untungnya masih kuat mengantar Kay sekolah. tapi ya gitu pulang langsung tidur.

Dan satu lagi kebiasaan unik, pokoknya tiap hari pas magrib mendekati Didi pulang kerja, selalu whatsapp "pulangnya jangan malem2 ya". Kangen gitu rasanya tiap Didi ga di rumah ehhh lah dalaah kok pas pulang rasanya males liat mukanya huahahaha.....Didi juga gitu "Bun dingiiin sekarang" huahahaha maaf ya Didi. Tauuuk nih kok bisa yaaaa...

Kalo hamil Kay sama sih mualnya, tapi diajak muter-muter kena angin di jalan uda sehat lagi rasanya. tapi begitu balik rumah lemes lagi deh. Makan juga masih oke meskipun dimuntahin ga sampai turun banyak cuma 2 kilo aja.

Paling lucu lagi produksi ludah semakin banyak. Bisa berapa kali sehari meludah, padahal saya orang yang ga suka meludah. Sampai-sampai tiap bangun tidur pasti deh ngiler...hahahaha..terus muntah pertama yang keluar ya pasti ludah.

Semoga sehat terus, happy terus, positif terus, lancar sampai tiba waktunya.. *elus-elus perut*

Pregnancy Diary : 5 weeks

Hamil kedua sepertinya lebih ceepet kelihatan ya.. Apa karena lemak-lemak diperut ya..hmmm
Dulu waktu hamil Kay, usia lima bulan aja dikira baru 3 bulan...hahaha


My Pregnancy Diary: "Bergaris Dua, Itu Apa artinya Bun?"

Saat itu 18 Oktober 2012, saya sudah terlambat datang bulan tiga hari. Entah kenapa saya yakin saat itu  telat karena hamil. Mau test juga males-malesan, mungkin karena sudah pede hamil kali ya. Tapi akhirnya test juga dan benar bergaris dua. Alhamdulillah.



Hamil kedua ini saya benar-benar santai banget. Didi,yang saat itu sedang tugas ke Malaysia, tahunya juga baru esoknya. Saya kirim foto hasil testpack via whatsapp. Responnya "apa itu artinya bun?" doeng...doeeeeeng. Lupa katanya apa itu hahaha. Setelah tahu dia seneeeeeeng banget. Didi memang menantikan anak kedua kami.

Orang tua saya yang sedang di tanah suci baru tahu tiga hari kemudian. "Mah, aku hamil" via telepon. "Haaaahhhhh, siapa yang hamil" respon pertamanya. Mereka sepertinya lupa kalau hanya saya, anak mereka yang sudah menikah. Yah sudah pasti saya dong mamaaaah yang hamil. Dan butuh waktu beberapa menit sampai mereka jelas mendengar karena kendala sinyal sampai saya harus setengah teriak " NINA MAH, HAMIL MAAH". 

Saat merencanakan hamil lagi, saya utarakan pada suami dan teman-teman yang selalu menanyakan kapan  punya anak lagi. Saya ingin hamil ketika saya siap, Kay siap, dan Keluarga kecil kami siap. Tidak ingin merasa sedikit pun si kecil datang disaat yang tidak tepat dan tidak diharapkan. Tidak ingin mempunyai rasa bersalah pada Kay karena merasa menjadikannya seorang kakak yang begitu mendadak. Momen itu harus menjadi momen bahagia sebagaimana kami ingin memiliki buah hati pertama kali. Alhamdulillah Allah menjawab keinginan saya. Tidak ada keresahan di hati bagaimana nanti beranak dua, bisa nggak ya nganter kay sekolah, bisa nggak nanti bla bla bla. Semua pertanyaan yang selalu muncul semasa sebelum hamil tidak ada sedikit pun saat ini. Semua saya jalani dengan perasaan tenang, santai dan bersyukur. Satu hal lagi yang penting, saya tahu ingin menjalani kehamilan dan kelahiran yang seperti apa. Hayoo sapa selanjutnya *kocok arisan hamil*



Rabu, 12 Desember 2012

Sepatu Baru Kay


Sepatu Kay udah mulai pada kesempitan. Duh Bunnya gatel jadi pengen beliin sepatu. Tapi kemaren pas jalan sama Didi dan Kay, ternyata yang lenih excited buat milihin sepatu adalah Didi. Ini adalah sepatu pilihannya.Yang satu ceeeeweeek banget, yang satu lagi cowooook banget hihihi


Bermain Belajar Warna

"Mana orange, mana orange?" ujar saya sambil nyanyi nyanyi
"In-iniii, in-iniiiii" jawab Kay sambil menyusun balok-balok sesuai warna.
Permainan ini kami berdua loh yang ciptain.
Ternyata Kay sudah tahu warna hanya kadang jika menyebut sering tertukar.
Bermain dan bernyanyi efektif banget untuk Kay belajar.




Mainan Sore







Senin, 10 Desember 2012

Belajar Etika Mendengarkan

"Bun liat sini dong" Ujar gadis kecilku ketika ia tengah asyik bicara tapi sayakurang memperhatikan. 
Ya, memang menyebalkan ketika kita bicara, lawan bicara kita tidak fokus melihat kita, asyik dengan kesibukan sendiri. Rasanya seperti bicara dengan tembok. Pasti pernah mengalami hal serupa? Saya pernah, dan benciiii sekali jika diperlakukan begitu. Tapi apakah pernah kita sadari, apa yang kita telah perbuat menghasilkan perasaan yang sama pada orang lain. Setelah diingat-ingat, ya saya sering melakukannya ketika pembicaraan yang tidak menarik, cerita orang tersebut terkesan pamer, ketika BBMan dengan teman lebih asyik. Ternyata menghargai orang berbicara itu perlu, terutama menghargai perasaannya meskipun topik yang ia bicarakan tidak terlalu menarik. Bagaimana perasaanmu ketika kamu bicara dan lawanmu menghargai?senang pasti, kesan yang timbul adalah menyenangkan bicara dengan orang tersebut. Apalagi dengan pasangan menghargai ketika bicara pasti penting banget. 
Begitu pun gadis kecilku. Ia senang ketika orang lain melihatnya ketika bicara. Ia akan protes dengan mengulang-ulang memanggil sampai kita tidak mengacuhkannya. "Bun Bun Bun Bun Bun" jika tidak menoleh juga, dia akan berteriak keras "Buuuuuuuuuuuunnnnnnnnn". Ketika mata bertemu mata, mulailah ia bicara. Bila asyik dengan Blackberry dan saya tidak memperhatikannya, ia akan mengambilnya dan meletaknya sejauh mungkin dari jangkauan saya agar ia enak bicara. "Liat sini dong" cara protesnya yang terbaru.
Tidak memperhatikan memang bukan berarti tidak mendengarkan. Toh telinga yang bekerja buka mata.Sebegitu penting ya perhatian bagi seseorang bahkan untuk seorang anak kecil sekalipun. Setelah melihat diri saya sendiri ya memang merasa itu penting, karena saya sangat suka didengar, Tapi saya lebih suka lagi didengar dengan perhatian. Gak enak juga kita lagi ngomong lawan bicara matanya jelalatan. Yah itu kayak ngomong sama tembok.
Orang tua harusnya menjadi pendengar yang baik untuk anaknya. Bisa jadi pembicara yang baik (aka tukang ngomel) harusnya bisa jadi pendengar yang baik pula yah. Hmm...oke! *merenung* 

Minggu, 09 Desember 2012

Our Weekend

bangun tidur temenin Bun belanja sayur

Main Masak-masakan dulu pakai bunga petik di taman



Yeiiii...ngemol setelah 3 minggu ga ngemol hahaha
pilih-pilih sepatu, sepatu Kay udah pada kesempitan
Action dulu ah
Mana Bun hayooooo?




Hari Ayah dan anak..senengnyaaa
Nyobain kereta api...baru pertama kali nih hihihi

Nunggu Makanan datang..hati senang, perut kenyang....Alhamduuu..lillaaaahh

My Today's Outfit

Day 2

Day 1

Jumat, 07 Desember 2012

My Photo Blog


Wihiii banyak banget blognya hihihi...ya biar enak bacanya. Kalau dalam satu blog isinya campur-campur rasanya ga enak buat yang baca (pengalaman). Karena saya suka foto tapi ya ga jago juga sih di fotografi, hanya sekedar senang foto anak aja. Jadinya merasa perlu untuk bikin satu photo blog >.<

http://ninanynoot.tumblr.com

Mampiiiiirrrrr yaaa

Selasa, 04 Desember 2012

Kayyi...Kayyiiiiii :D

Mau cerita tentang Kay ah, yang saat ini seneng banget bilang "Bukan". Tujuannya buat mendebat lawan bicara dan mengiyakan perkataannya. Karena kebiasaan barunya ini jadi dering deh digodain sama Didi.

D: Kay, Didi  pergi sebentar ya. Kay di rumah aja
K: Kay ikut Di
D: Didi sebentar aja kok
K: Bukan sebentar, Kay  mau ikut!
D: Entar Bun sama siapa
K: Bukan sama Bun, Kau mau ikut!
D: Kay di rumah aja ya.
K: Bukan di rumah aja
Bisa begitu terus deh sampai besok kalau diladeni :D

Kay juga sering mancing-mancing supaya muncul kata "Bukan", entah mungkin lucu buatnya.
K: Ini lantai Bun (sengaja nunjuk dinding)
B: Itu Dinding, ini lantai
K: Bukaaan, itu lantai ini dinding
B: kebalik nak, itu Dinding, ini lantai
K: Bukaaaaaaaannn, itu lantaii (mulai senyum-senyum jahil)
Duh dikerjain Kay nih :D

Terus, jailnya itu loohh belajar dari siapa sih *tepok jidat*
K: (Sebentar dia sembunyiin mainannya, kemudian tanya ) Bun Bolanya mana?
B: Lah tadikan kay yag pegang
K: Ga tauu
B: Bun tadi liatnya di sini (Sambil sibuk nyari-nyari)
K: Ga ada
B: Coba cari lagi, eh dimana ya nak
K: Iniiiiiii diaaaaaa (senyum jahil)

Kayyiiiii...Kayyiiii
Bikin tambah gemes aja. Sekarang sedang bener-bener menikmati waktu sama Kay. Dia mulai bisa bercerita tentang sekolahnya, tentang apa maunya, terus bisa ketawa-ketawa bareng kayak punya teman jadinya :D