Jumat, 13 April 2012

Ketika Saat Menyapih Tiba


Kay, 18 bulan

Hancur. Sedih. Kecewa. Perasaan bersalah. Perasaan yang campur-campur ketika meyapih Kay. Kay saya sapih ketika ia berumur sekitar 21 bulan. Sedih banget ga bisa sampai dua tahun. Tapi tetap bersyukur masih bisa memberikan Kay yang terbaik selama 21 bulan.

Dulu ketika hamil, saya meyakini bahwa semua calon ibu akan bisa menyusui dengan sendirinya. Tetapi saya juga membekali diri dengan segala informasi ASI dengan tekad menyusui hingga 2 tahun. Setelah melahirkan, ternyata tidak segampang yang diduga. ASI yang baru keluar setelah seminggu usi Kay, menyebabkan ia telah mengkosumsi Sufor. Tidak ada dukungan penuh dari lingkungan sekitar, berat Kay yang hanya naik 100gr, masa baby blues, nipple crack membuat semakin stres meningkat ASI semakin serasa sedikit. Apalagi ketika Kay mengalami growth spruth, ia bisa menyusu seharian tidak mau lepas. Opini-opini yang tidak enak sering mengecilkan hati saya, "ASI sedikit tuh, tambahin aja susu". Sedih, apalagi keluarga yang bicara seperti itu. Berbekal keyakin dan doa setiap tetes ASI yg bisa keluar meskipun sedikit lama kelamaan proses itu pun bisa dilalui.

Di usia 21 bulan, Kay memiliki berat badan yang jauh dari normal. Konsultasi ke beberapa dokter anak dan ahli gizi hasilnya pun sama saja, diberikan obat penafsu makan yang tidak berpengaruh banyak. Namanya juga anak-anak ada masa memang  dia doyan sekali makan dan ga mau sama sekali makan. Ketika asupannya banyak pun itu tak berpengaruh banyak pada berat badan Kay. Arrrrgggh frustasi saya!!! Apalagi orang yang melihat Kay sering berujar “kok kurus ya”, “kok mungil ya”, “makannya susah ya”. Sediiih banget, karena usaha kami untuk menaikkan berat badan ini seperti mentok ga ada jalan keluar. Mendengar komentar itu seperti kami orang tuanya tidak perhatian soal makannya Kay. Iyaaaa... saya jadi lebih sensitif mendengar omongan orang tentang Kay ini. 

Positif! Itu saya berusaha coba. Abaikan omongan orang lain dan bersyukur melihat Kay tumbuh sebagai anak penuh kasih sayang dan ceria. Kay pun jarang sekali demam, pilek atau batuk yang biasanya seringa dialami anak-anak. Alhamdulillah.

Dengan terus mengobservasinya, ternyata setiap Kay lapar dia lebih suka menyusu daripada makan. Porsi makanya sedikit sekali. ASI pun tak banyak lagi seperti dulu, mungkin karena terlalu dipikir tentang berat badan Kay ini jadi mempengaruhi jumlah ASI juga. Frekuensi Kay menyusu juga tidak berkurang sama seperti ia berumur di bawah setahun. Inilah yang makin membuat saya bingung. Sebentar lagi Kay 2 tahun dan ia harus mengejar banyak ketinggalan ini. Saya dan suami akhirnya memutuskan menyapih Kay. Dengan pemikiran ketika lapar ia akan makan bukan menyusu karena selama ini sebaliknya yang terjadi.
Hancur. Sedih. Kecewa. Merasa bersalah.

Kay, 21 bulan
Mulanya dengan menyusuinya malam hari saja. Ketika siang Kay lapar, ia harus mengenal lapar itu makan. Ini berlangsung lancar. Tidur siang pun Kay bisa tanpa menyusu. Entah mungkin Kay juga mengerti ia akan disapih, selama siang hari ia minta main terus ga berenti. Saya bahkan ga boleh mengerjakan apa-apa,pokoknya main! Ketika jam tidur siang tiba, plek langsung tidur. Tapi kadang masi minta menyusu juga. Saya terus beri dia pengertian kalo ia lagi belajar tidak menyusu karena sebentar lagi 2 tahun.
Ketika akan benar-benar menyapihnya ga tega itu kendala pertama. Mungkin karena moment menyusui ini berlangsung sekian lama dan tiba-tiba harus berenti. Seperti memutus ikatan yang sudah terbangun selama ini. Saya merasa seperti orang yang jahat. Bener-bener campur aduk deh. Saya menangis setiap wajahnya Kay. Saya hampir seminggu lebih setiap hari menangis sampai akhirnya saya bener-bener siap menyapihnya.
Mama saya bilang ”Menyapih itu penuh cinta, kasih sayang biar anak merasa ga dilepas begitu saja”. Oke! Ga ada lagi nangis-nangisan. Saya ajak Kay main terus, kasih peluk cium yang banyak, menidurkan dengan pelukan, dan satu yang penting ga sedih. Daaaaan kami pun berhasil hari itu pun tiba. Kay tidak menyusu seharian. Ia pun tidak meminta. Yeiiiii ....

Dulu sebelum disapih setiap bangun pagi Kay mencari saya pastiii yang dicari ”gentong” ASI. Tapi setelah disapih, setiap pagi pas Kay bangun tidur, ia turun dari kasur langsung lari mencari saya kasih peluk dan cium sambil bilang ”moning”. Makannya pun semakin banyak. Porsinya bisa dua kali lipat sebelumnya. Setelah seminggu disapih beratnya naik hampir 500gr. Alhamdulillah . Semoga terus dilancarkan ya nak. Dan Kay selalu sehat itu yang penting.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar